Sejarah
Sejarah
Sejarah
about_2

Sejarah Singkat SMKN 1 Balongan

Pendirian sekolah ini berawal dari kebijakan Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Pendidikan pada tahun 2003. Saat itu, jumlah lulusan SLTP/MTs di Indramayu sangat melimpah, namun daya tampung sekolah tingkat atas (SMA/SMK) masih sangat terbatas.

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah mengajukan pembentukan beberapa “SMK Kecil”. Disebut demikian karena pada awal pengajuannya, sekolah-sekolah ini belum memiliki lahan dan bangunan sendiri, sehingga kegiatannya menumpang di lahan SMP Negeri terdekat.

SMKN 1 Balongan didirikan pada tanggal 18 November 2003 di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Pada awal berdirinya, sekolah ini dikenal dengan sebutan SMK Terpadu atau “SMK Kecil”, karena belum memiliki lahan sendiri dan masih menempati area milik SMP.

Pada masa awal pendirian, Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu menunjuk Drs. Subiyanto, M.M. sebagai Kepala Sekolah. Dalam menjalankan tugasnya, beliau dibantu oleh dua orang staf yang pada saat itu belum memiliki Surat Keputusan (SK) resmi, yaitu Abdul Manaf, A.Md. dan Nunung Kusniati, A.Md. Kegiatan administrasi sekolah sementara dilakukan di Perpustakaan SMPN 1 Balongan sambil menunggu proses pembangunan gedung sekolah selesai.

Dalam proses pembangunan gedung, salah satu staf, yaitu Nunung Kusniati, A.Md., mengundurkan diri karena mendapatkan pekerjaan lain. Hal ini disebabkan pada saat itu SMKN 1 Balongan belum memiliki gedung dan peserta didik, sehingga belum dapat memberikan honor tetap, melainkan hanya berupa uang saku pribadi dari Kepala Sekolah. Dengan demikian, staf yang tersisa hanya Abdul Manaf, A.Md.

Pada bulan April 2004, pembangunan gedung sekolah mulai menunjukkan perkembangan meskipun belum sepenuhnya selesai. Selanjutnya, Kepala Sekolah menugaskan Abdul Manaf, A.Md. untuk melakukan sosialisasi dan promosi ke sekolah-sekolah tingkat SMP/MTs di wilayah sekitar Balongan.

Pada awal pembukaan, SMKN 1 Balongan merencanakan dua program keahlian, yaitu Teknik Konstruksi Kayu dan Tata Busana. Namun, berdasarkan kondisi dan minat masyarakat sekitar pada saat penerimaan peserta didik baru, jumlah peminat pada kedua jurusan tersebut sangat sedikit. Oleh karena itu, dilakukan penyesuaian dengan membuka program keahlian Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) serta Teknik Audio Video (TAV). Sementara itu, peminat Tata Busana yang berjumlah sekitar enam orang dialihkan ke program TKJ, dan kegiatan Tata Busana tetap dilaksanakan dalam bentuk ekstrakurikuler.

Artikel & Berita

Kebersamaan Wali Kelas 12...
Balongan, 12 Maret 2026 – Suasana haru dan penuh kebersamaan terasa di lingkungan SMK Negeri 1 Balongan setelah siswa kelas...
Tue, 17 March 2026 | 2:45
Hello world!
Thu, 17 October 2024 | 2:22
Hello world!
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Phasellus sit amet eleifend nulla. Welcome to WordPress. This is your first...
Sun, 26 May 2024 | 2:53
Kabar Gembira! Bikin Website...
Quia dolori non voluptas contraria est, sed doloris privatio. Omnia contraria, quos etiam insanos esse vultis. Quid Zeno? An vero...
Sat, 25 May 2024 | 6:11
30 May 2024
07.00 WIB - Selesai
Upacara Hari Kebangkitan Nasional...
Lapangan SMAN TRANSNUSA
31 May 2024
07.00 WIB - Selesai
Jumat Pahala Khataman dan...
Masjid SMAN TRANSNUSA
31 May 2024
07.00 WIB - 10.00 WIB
Menghadiri Rapat Kinerja Bersama...
Aula DiSDIK Banyuwangi
22 June 2024
22.00 WIB - Selesai
Ultra Bali 2024
Cafe Del Mar Bali